Legenda Sendang Makmur
Dahulu kala ada sebuah cerita tentang asal usul Desa Natah yang terkenal sebagai sumber mata air yang kononnya air tersebut dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit jika memang mempercayainya. Sendang ini terletak di bawah pohon besar, airnya dulu diminum oleh binatang kijang dan menapakkan kakinya di depan sumber air tersebut. Sampai sekarang tapakkan kaki kijang tersebut masih ada hingga kini.
Banyak warga yang mempercayai bahwa air sendang tersebut sangat mujarab. Warga pun yang mengambil air sendang tidak hanya dari luar desa, melainkan luar kota Jogja pun ikut mengambil air tersebut. Pengunjung dari luar Jogja yang mengenal Sendang Natah meliputi wilayah Semarang, Brebes, Pacitan Jawa Timur, Ngawi, Solo, bahkan Jakarta. Mereka mempercayai air tersebut dapat mengobati berbagai macam penyakit.
Asal Usul Nama & Ekonomi Warga
Desa Natah juga memiliki banyak sejarah. Banyak orang-orang terdahulu bekerja sebagai penatah kayu untuk dibuat kerajinan seperti meja, kursi, almari, tempat tidur, kursi sudut, dan lain-lain. Sampai sekarang pun banyak warga yang masih melestarikan keahlian menatah kayu tersebut.
Selain kerajinan, Desa Natah juga memiliki potensi agraris. Para warga mengadakan musyawarah dan dari hasil musyawarah tersebut terbentuk suatu kelompok tani yang dinamakan Kelompok Tani Ngudi Subur. Warga yang sudah berkelompok, kemudian saling bekerjasama satu sama lain untuk menanam berbagai macam bibit tanaman seperti padi, jagung, kedelai, kacang, cabe, kangkung, dll.
Tradisi & Budaya
Setiap setahun sekali tepat pada waktu hari rasul, Desa Natah mengadakan Rasulan. Rasulan ini diadakan sehabis panen raya sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan. Acara ini juga menjadi hiburan bagi warga masyarakat sekitar yang diselenggarakan di Balai Desa Natah, meliputi:
- Jatilan
- Reog
- Tari Ledek
- Wayang Kulit
- Hiburan Dangdutan
Peran Pemuda (PERDANA)
Tak kalah dengan Bapak-bapak serta Ibu-ibu yang memajukan Desa Natah, pemuda dan pemudi pun ikut serta mengadakan organisasi yang dinamakan PERDANA (Pemuda Pemudi Desa Natah). Bekerja sama dengan KKN dari UAD (Universitas Ahmad Dahlan), PERDANA memiliki berbagai kegiatan positif:
- Pendidikan Anak: Mengajar TK/SD/SMP menggambar dan membuat kerajinan flanel.
- Remaja & Dewasa: Pelatihan komputer dan keterampilan memasak untuk putri.
- Seni Tari: Belajar tarian Jaipong, Gambyong, dll.
- Olahraga: Sepakbola (Tim Satria Nusantara/Satria Kembar) dan Bulu tangkis.
Desa Penghijauan
Desa Natah juga terkenal sebagai Desa Penghijauan. Salah satunya adalah prestasi dalam mengikuti lomba penghijauan bumi, dimana Desa Natah berhasil meraih Juara Pertama Tingkat Kabupaten. Masih banyak potensi yang ada di Desa Natah ini yang terus dikembangkan oleh warga.
Demikian cerita asal mula terjadinya Desa Natah dan Sendang Makmur.